Mentan Syahrul Yasin Limpo, Dimana Ada Kilang Minyak di Tuban? Aku Gak Ngelihat

Mentan Syahrul Yasin Limpo, Dimana Ada Kilang Minyak di Tuban? Aku Gak Ngelihat
Peristiwa Nasional
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat kunker di acara Hulu Hillir Agro Maritim di Desa Ngadirejo, Widang, Tuban

TUBAN – Kabupaten Tuban memiliki kultur tanah yang sangat bagus dan kedalaman air yang cukup tinggi. Dari sektor pertanian, Tuban merupakan salah satu sentra lumbung pangan Jawa Timur. Hal ini terbukti dengan surplus hasil panen dari tanaman padi dan jagung yang mencapai 60 persen setiap tahunnya.

Sebagai upaya untuk meningkatkan hasil pertanian, pemerintah melalui Kementrian Pertanian membuat berbagai program dan memberikan berbagai fasilitas kepada petani, baik dari segi sarana prasarana, peralatan, maupun pembiayaan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, dan Bupati Tuban, Fathul Huda mengatakan, Tuban memiliki klasifikasi dan kultur tanah yang sangat prima, sehingga layak dijadikan sebagai pertanian percontohan, baik di tingat Jawa Timur, maupun seluruh Indonesia.

“Hampri diseluruh tempat yang saya kunjungi, tanahnya memiliki air yang sangat cukup. Dan Tuban layak menjadi daerah percontohan pertanian,” ungkap Mentan RI saat melakukan kunjungan kerja di acara Hulu Hillir Agro Maritim, Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat, (26/06/2020).

Tidak sampai disitu, SYL singkatan dari Syahrul Yasin Limpo ini juga sangat takjub begitu melihat lahan pertanian yang ada di Bumi Wali ini. Maka itu, pihaknya juga meminta kepada pimpinan daerah, baik Gubernur Jatim, maupun Bupati Tuban, untuk mengintruksikan percepatan masa tanam kepada kelompok tani.

“Tinggal bagaimana akselerasi Gubernur dan Bupati untuk mendorong percepatan pertanian didaerahnya masing-masing, sehingga pertumbuhan perekonomian bisa terus naik,” tegasnya. 

Disinggung terkait rencana pembangunan kilang minyak Grass Root Refinery (GRR), yang akan berdiri dilahan seluas 841 hektar, diantaranya 384 hektar lahan pertanian produktif milik warga Kecamatan Jenu, pihaknya justru belum mengetahui secara pasti rencana tersebut.

“Dimana itu, aku gak ngelihat,” ucapnya bingung.

Meski begitu, pihaknya menegaskan, bagi siapa saja yang ikut berkonspirasi atau ikut bertandatangan untuk mengalihfungsikan lahan pertanian teknis, apalagi yang sudah masuk di dalam Peraturan Daerah, maka ancaman hukumannya 5 tahun untuk warga biasa dan 8 tahun bagi pejabat.

“Makanya, jangan coba-coba alih fungsikan lahan pertanian, karena ancaman hukumannya bisa sampai 8 tahun,” pungasnya.


Kontributor : Achmad Junaidi
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar